Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kakanwil Kemenag) Aceh, Drs. H. Azhari, M.Si., melakukan kunjungan kerja sekaligus memberikan pembinaan dan arahan penting kepada para guru dan siswa di MAN 1 Aceh Timur. Di hadapan para peserta didik, beliau menekankan pentingnya membekali diri dengan kemampuan membaca Al-Qur’an (mengaji) secara matang.

“Setiap orang harus bisa mengaji dan itu hukumnya wajib, karena saat ini seleksi atau tes mengaji telah menjadi bagian penting bagi setiap pejabat,” tegas Drs. H. Azhari, M.Si. dalam arahannya.
Selain kemampuan spiritual, Kakanwil juga memotivasi para siswa untuk memanfaatkan masa muda dengan giat belajar. Mengutip pepatah tradisional “Belajar di waktu kecil bagai mengukir di atas batu, belajar di waktu tua bagai mengukir di atas air.”, beliau mengingatkan agar generasi muda senantiasa menanamkan ilmu dan adab yang baik. Beliau juga berpesan melalui pantun nasihat, “Bila diri ingin dikenang, semailah benih di tengah sawah.Bawalah ilmu padi di ladang, tambah berisi tunduk ke bawah.” sebagai simbol kerendahan hati dan pentingnya menebar manfaat dari ilmu yang dimiliki.
Dalam kesempatan tersebut, Kakanwil turut menguji langsung kemampuan hafalan dan bacaan Al-Qur’an dari sejumlah siswa-siswi MAN 1 Aceh Timur. Beliau mengapresiasi semangat para siswa sekaligus mengingatkan pentingnya menjaga kerukunan di lingkungan madrasah.

“Kita harus saling menghormati dan menghindari perundungan (bullying). Kakak kelas harus menyayangi adik kelas, begitu juga sebaliknya. Ingat prinsip: ‘Saya, kamu, kita setara’,” ujar beliau menekankan pentingnya iklim sosial yang sehat di madrasah.
Lebih lanjut, Kakanwil berpesan agar setiap warga madrasah memiliki rasa memiliki (sense of belonging) yang tinggi, termasuk dalam menjaga kebersihan lingkungan sekolah. Beliau mencontohkan aksi kecil seperti memungut sampah di jalan madrasah dan membuangnya ke tempat sampah. Aspek kedisiplinan waktu juga menjadi sorotan utama, di mana jarak tempat tinggal yang jauh dari madrasah tidak boleh dijadikan alasan untuk mengabaikan ketepatan waktu.

Menutup arahannya, Drs. H. Azhari, M.Si. berpesan agar terjalin kerja sama yang erat antara guru dan peserta didik dalam segala aktivitas di madrasah, di mana guru senantiasa hadir memandu serta membimbing para siswanya menuju kesuksesan.








