Polantas Bersama Jasa Raharja Gelar Sosialisasi Saweu Sikula, Edukasi Keselamatan Berlalu Lintas dan Pertolongan Pertama Kecelakaan

Dalam rangka menanamkan kesadaran keselamatan berlalu lintas sejak dini, Tim Polisi Lalu Lintas (Polantas) yang berkolaborasi dengan Jasa Raharja melaksanakan kegiatan sosialisasi bertajuk “Saweu Sikula” di lingkungan sekolah. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada peserta didik tentang pentingnya tertib berlalu lintas serta pengetahuan dasar dalam menangani situasi darurat akibat kecelakaan.

Kegiatan diawali dengan pembukaan oleh Kepala Madrasah, yang dalam sambutannya menyampaikan pentingnya etika berkendara bagi generasi muda. Beliau menekankan agar para siswa selalu mematuhi peraturan lalu lintas, menggunakan perlengkapan keselamatan saat berkendara, serta menghindari perilaku berbahaya seperti penggunaan knalpot racing, balap liar, dan tindakan lain yang dapat membahayakan diri sendiri maupun orang lain.

Selanjutnya, Tim Polantas menyampaikan materi tentang keselamatan berlalu lintas dan risiko pelanggaran di jalan raya. Dalam pemaparannya, Polantas mengingatkan bahwa kecelakaan lalu lintas tidak hanya berdampak pada korban, tetapi juga keluarga dan lingkungan sekitar, sehingga diperlukan kesadaran dan kedisiplinan bersama dalam berlalu lintas.

Kegiatan semakin edukatif dengan hadirnya dokter dari tim Polantas, yang memberikan penjelasan mendalam mengenai pertolongan pertama pada korban kecelakaan lalu lintas. Materi yang disampaikan mencakup langkah-langkah darurat saat menolong korban, tindakan awal yang harus dilakukan, serta hal-hal yang perlu diperhatikan agar pertolongan tidak memperparah kondisi korban.

Penjelasan diberikan secara detail dan sistematis, mencakup teknik pertolongan pertama untuk berbagai kelompok usia, mulai dari bayi, anak-anak, hingga orang dewasa. Dokter juga menjelaskan posisi yang benar dalam melakukan resusitasi jantung (pompa jantung), teknik immobilisasi tulang leher, serta cara memberikan pertolongan pertama pada korban tersedak.

Tidak hanya teori, kegiatan ini juga dilengkapi dengan praktik langsung penanganan korban kecelakaan, khususnya korban yang mengalami patah tulang. Dalam sesi praktik tersebut, peserta diperagakan cara memberikan pertolongan awal yang benar pada korban patah tulang, termasuk langkah-langkah menenangkan korban, menjaga posisi tubuh agar tidak bergerak, serta teknik pemasangan alat penyangga atau bidai pada anggota tubuh yang mengalami cedera. Praktik ini bertujuan agar peserta memahami pentingnya penanganan yang tepat untuk mencegah cedera yang lebih parah sebelum korban mendapatkan penanganan medis lanjutan.

Selain aspek medis, peserta juga dibekali pemahaman mengenai aspek hukum dan keamanan saat menolong korban kecelakaan. Tim Polantas menjelaskan pentingnya mendokumentasikan kondisi awal korban, seperti mengambil foto atau video singkat sebagai bukti awal, guna menghindari kesalahpahaman dan memastikan bahwa penolong tidak disalahartikan sebagai pihak yang bertanggung jawab atas kejadian kecelakaan.

Pada sesi berikutnya, perwakilan dari Jasa Raharja memberikan penjelasan mengenai hak-hak korban kecelakaan lalu lintas, termasuk mekanisme dan prosedur pengurusan santunan Jasa Raharja, persyaratan administrasi yang dibutuhkan, serta alur klaim yang harus dilakukan. Penjelasan ini diharapkan dapat menambah wawasan peserta dan pihak sekolah terkait perlindungan bagi korban kecelakaan.

Kegiatan sosialisasi “Saweu Sikula” ini berlangsung dengan penuh antusiasme. Para siswa terlihat aktif mengikuti setiap sesi, baik saat pemaparan materi maupun praktik pertolongan pertama. Melalui kegiatan ini, diharapkan para siswa tidak hanya menjadi pelajar yang patuh terhadap aturan lalu lintas, tetapi juga memiliki kepedulian sosial, pengetahuan dasar pertolongan pertama, serta kesiapan untuk bertindak secara tepat dan bertanggung jawab dalam menghadapi situasi darurat di lingkungan sekitar.

Scroll to Top